Mencoba Gurihnya Belajar Bisnis Ayam Kampung Yang Sederhana Dengan Untung Yang Besar

Beternak ayam kampung memang masih jarang terdengar bila dibandingkan dengan beternak ayam broiler. Padahal ayam kampung juga memiliki prospek pasar yang besar. Dan juga untuk cara beternak nya pun tidak sulit.

Berikut adalah perbandingan antara beternak ayam kampung dengan ayam broiler

1. Beternak Ayam Kampung

      - Pangsa pasar sangat luas
      - Pesaing tidak banyak
      - Harga ayam kampung relatif stabil
      - Cukup lama dalam pembesaran (Untuk mencapai berat 1 Kg biasanya butuh waktu sekitar 2 - 3 bulan)
      - Semakin besar ukuran ayam, harga semakin tinggi

2. Beternak Ayam Broiler

      - Pangsa pasar sangat luas
      - Pesaing sangat banyak
      - Harga ayam naik turun
      - Cepat dalam pembesaran (Untuk mencapai berat 1 Kg biasanya hanya butuh sekitar waktu 4 - 5 minggu)
      - Semakin besar ukuran ayam, harga justru semakin menurun

Berdasarkan perbandingan antara beternak ayam kampung dengan ayam broiler, pada kesempatan ini kami akan memberikan suatu pembelajaran tentang bisnis ayam kampung secara sederhana dengan modal seminim mungkin namun dengan keuntungan sebesar-besarnya. Pembelajaran yang akan saya berikan kali ini adalah benar-benar pengalaman saya sendiri yang pernah berbisnis ayam kampung.

Langkah-Langkah Memulai Bisnis Ayam Kampung
1. Perencanaan
2. Survey
3. Analisa
4. Penerapan
5. Pemasaran


A. Perencanaan
            Pada tahap ini, kita harus merencanakan berapa ekor ayam yang akan diternak dan berapa modal yang kita miliki.

B. Survey
            Pada tahap ini, kita harus surver berapa kah harga DOC atau bibit ayam di pasaran, berapakah harga pakan, Serta berapa harga jual ayam kampung di pasaran

C. Analisa
            Pada tahap ini, kita akan mencoba melakukan penghitungan modal yang dibutuhkan serta prospek keuntungan. Sehingga kita akan tahu apakah bisnis kita dapat berjalan atau tidak

D. Penerapan
            Pada tahap ini adalah proses memelihara ayam kampung sampai ukuran siap jual

E. Pemasaran
            Pada tahap ini adalah kemanakah ayam kampung akan dijual. Apakah ke restoran-restoran atau pasar tradisional


Kami akan memberikan contoh penerapan bisnis ini yang bisa kalian ikuti.
A. Perencanaan
     Misal kita akan beternak 500 ekor ayam kampung dengan modal yang kita miliki saat ini Rp.15.000.000.

B. Survey
     Untuk harga DOC di pasaran adalah Rp. 8.000 / ekor. Harga pakan Rp. 350.000/Karung (50 Kg), Harga ayam kampung Rp. 40.000/Kg

C. Analisa
     - Modal untuk membeli DOC sebanyak 500 ekor = 8.000 x 500 = Rp. 4.000.000

     - Modal untuk pembelian pakan. Perhari dibutuhkan pakan sebanyak 10 Kg untuk 500 ekor ayam. 
       Dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan sampai panen atau sekitar 100 hari.
       Maka akan dibutuhkan pakan sebanyak 1 Ton sampai ayam panen
       Maka Kebutuhan Modal untuk pakan = (1000 kg/50 kg) x Rp.350.000 = Rp. 7.500.000

    - Total modal yang dibutuhkan = Bibit + Pakan
                                                      = Rp. 4.000.000 + Rp. 7.500.000 = Rp. 11.500.000

     - Prospek omset yang akan dihasilkan = Harga Jual Ayam x Banyak ayam
                                                                   = Rp. 40.000 x 500 ekor = Rp.20.000.000
   
     - Prospek keuntungan = Omset - modal
                                         = Rp. 20.000.000 - Rp.11.500.000
                                         = Rp. 8.500.000

    Berdasarkan analisis, maka bisnis bisa kita jalankan

D. Penerapan
     Di tahap ini kita mulai beternak sampai siap panen

E. Pemasaran
     Kita hanya perlu menjual ayam kampung kita di pasar  ataupun restoran-restoran


Share this

Previous
Next Post »